sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

kriminalitas

nasional

ekonomi

politik

peristiwa

Regional

» » » » » Polisi Identifikasi 6 Jenazah Teroris Penembak Pos Polisi Tuban

Setibanya di rumah sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur Sabtu malam keenam terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan tim Densus 88 di Desa Beji Kecamatan Jedu Kabupaten Tuban Jawa Timur langsung dilakukan proses otopsi. Proses otopsi dilakukan oleh tim Dokes Polda Jatim yang di bantu dokter ahli forensik dari Universitas Airlangga Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim mengatakan proses identifikasi ini di perkirakan akan memakan waktu hingga 2 hari ke depan sebelum di serahkan ke pihak keluarga. Satu di antaranya sudah teridentifikasi atas nama Satria Aditama warga Semarang. Identitas tersebut di dapat dari paspor yang di temukan di tubuh korban.

Polisi Identifikasi 6 Jenazah Teroris Penembak Pos Polisi Tuban
Teroris tembaki pos polisi
"jenazah kita berangkatkan dari Tuban dari rumah sakit umum Tuban ke rumah sakit Bhayangkara di Jawa Timur ini di Polda Jawa Timur ini dikarenakan memang kita merasa bahwa untuk mencocokkan data sekunder dan data primer melalui identifikasi dokter forensik yang ada di rumah sakit Bhayangkara ini secara signifikan nanti akan kita lakukan pada malam hari ini" ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim.

Seperti di ketahui para terduga teroris yang menggunakan mobil mini bus melakukan penyerangan terhadap anggota Polisi Lalu Lintas Polres Tuban di wilayah Jenu Sabtu pagi. Tim dari Brimob Polda Jatim dan tim Densus 88 segera melakukan pengejaran dan berhasil menghadang pelaku. Setelah terdesak para terduga teroris kemudian menepikan mobil dan lari ke sebuah perkebunan di Desa Beji Kecamatan Jenu Tuban Jawa Timur. Namun Brimob dan tim Densus 88 berhasil mengepungnya.

Sempat terjadi baku tembak sengit sebelum keenam terduga teroris tersebut itu tewas. Satu orang berhasil di tangkap hidup-hidup, namun setelah di periksa Polisi kemudian melepaskannya karena mengidap gangguan jiwa. Sementara keenam jenazah teroris di evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara dengan Ambulance.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Mahfud Arifin menyatakan keenam teroris merupakan jaringan Thamrin atau jaringan Jamaah Amsorut Dhahulah (JAD). Dari tangan para teroris Polisi menyita enam senjata rakitan, satu box peluru, buku cara merakit bom, buku perang dan jihad, peta pulau Jawa, 4 helm, 5 hanphone, 5 pisau, STNK mobil rental, sebuah paspor dan barang bukti lainnya.

Berdasarkan dana primer dan data sekunder Minggu pagi proses identifikasi enam jenazah terduga teroris telah selesai. Namun identitas keenam jenazah belum dirilis karena tim identifikasi masih menunggu data pembanding dari pihak keluarga.

"data sekunder dan data primer sudah kita bisa buatkan semacam analisis untuk kita jadikan bahan dalam rangka identifikasi forensik dokter forensik yang kita lakukan di rumah sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur oleh karena itu memang kita sudah bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah untuk menghadirkan keluarganya untuk kita sampaikan supaya data pembanding ini secepatnya" kata Kombes Pol Frans Barung Kabid Humas Polda Jatim.

Kini Polda Jatim berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk penelusuran dan pemanggilan keluarga keenam terduga teroris tersebut. Enam jenazah terduga teroris tersebut hingga Minggu pagi ini masih berada di rumah sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply