sponsor

sponsor

Slider

Recent Tube

kriminalitas

nasional

ekonomi

politik

peristiwa

Regional

Meningkatnya Kasus Penculikan Anak, KPI Tekankan Orang Tua Agar Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat kasus penculikan anak mengalami kenaikan, terakhir di tahun 2016 terdapat peningkatan kasus jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang ada 16 kasus di tahun 2016 terdapat 26 kasus. Sementara di tahun 2017 KPAI masih mendata beberapa banyak kasus penculikan terhadap anak namun sebagai antisipasi KPAI menghimbau agar orang tua tingkatkan kewaspadaan terutama saat berada di ruang publik.
Penculikan Anak
Meningkatnya Kasus Penculikan Anak
"anak-anak kita diberikan kewaspadaan yang paling utama adalah pengawasan yang aktif pastinya dari pihak orang dewasa ya karena ternyata penculikan pun juga ada dari orang tua kandung karena alasan konflik rumah tangga. Nah untuk anak-anak di berikan satu ada nomor kontak yang kapan pun bisa di kontak oleh mereka" ujar Erlinda Koordinator Divisi Sosialisasi KPAI.

Tentu saja banyak warga yang panik setelah membaca berita di koran Manado pos yang terbit 20 Maret lalu. Isu penjualan organ manusia di kliem bisa bernilai hingga 5 miliar rupiah, isu ini pun di kaitkan dengan maraknya kasus penculikan anak di sejumlah daerah. Namun nyatanya kasus ini tidak benar koran Manado pos Jumat hari ini sudah meluruskan pemberitaan tersebut, kapolda Sulawesi Utara memastikan pengawasan Polisi juga di tingkatkan di sekitar sekolah dan tempat bermain anak.

"ini menurut saya ini hoax karena apa dari rumah sakit pun juga sudah saya cek tidak ada itu yang harga-harga seperti itu, itu meresahkan masyarakat dan saya sudah jelaskan di Menado Pos hari ini bahwa itu hanya hoax dan tidak usah percaya sama itu namun demikian untuk meyakinkan kepada masyarakat seluruh jajaran saya sudah saya perintahkan saat-saat bubaran anak  sekolah, saat masuk sekolah, di tempat-tempat bermain anak-anak sudah kita back up seluruh anggota saya di sana.

Kembali Seorang Balita Di Bandung Jawa Barat Tewas Dianiaya Bapak Tiri

Dedi Ujang warga Kabupaten Bandung Barat terpukul saat pemakaman anak kandungnya Muhammad Kelvin Alviansyah. Bocah berusia tiga tahun ini diduga meregang nyawa pasca di aniaya ayah tirinya. Jenazah korban di makamkan Minggu pagi di TPU Cipta Harja Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.
Balita Di Bandung Jawa Barat Tewas Dianiaya Bapak Tiri
Kasus kekerasan anak
Kediaman yang menjadi lokasi tewasnya Kelvin masih di beri garis Polisi. Di rumahnya Kelvin di aniaya hingga tewas oleh ayah tirinya Tubagus Hadi. Dari hasil otopsi korban alami luka di bagian kepala dan wajah, korban juga di duga di tenggelamkan ke ember berisi air pada Sabtu petang. Polisi menduga penganiayaan di lakukan karena pelaku tidak bisa mengontrol emosi saat korban terus-terusan menangis.

"neneknya melihat bapak tiri korban atas nama Tubagus Hadi Pemala, ketika anak itu nangis anak itu di bawa ke kamar mandi kemudian di masukan ke ember" ujar Kompol. Indarto Kapolsek Cipatat.

Polisi hingga kini masih memburu Tubagus Hadi dan Ani yaitu Ibu kandung korban. Keduanya melarikan diri pasca kejadian jumlah saksi juga masih di periksa.

Senin siang Kapolres Cimahi menemui Tubagus Hadi Komala di Mapolsek Cipatat, ia diduga menganiaya anak tirinya Muhammad Kevin Alviansyah yang baru berusia tiga setengah tahun hingga tewas. Hasil pemeriksaan sementara Polisi menduga kekerasan terhadap korban telah sering dilakukan.

"ibu kandungnya itu saat si ayah tirinya memukuli korban, kemudian jatuh di berdirikan lagi sama si ibu kandungnya artinya tidak ada upaya dari dia untuk mencegah melarang suaminya itu untuk melakukan penganiayaan kepada anaknya" ucap AKBP Ade Ary Syam Indradi Kapolsek Cimahi.

Selain Hadi Polisi juga telah menangkap istrinya Ani Cahyani yang merupakan ibu kandung korban. Keduanya di tangkap senin dini hari di Villa di Kawasan Cipanas Puncak. Namun Ani yang baru di nikahi selama tiga bulan membantah turut menganiaya anak kandungnya sendiri.

Dari hasil otopsi korban alami di bagian kepala dan wajah, korban juga diduga di tenggelamkan ke ember berisi air pada Sabtu petang hingga tewas. Jenazah Muhammad Kelvin Alviansyah telah dimakamkan pada Minggu pagi di TPU Cipta Harja Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.

Diduga Bunuh Diri Seorang Anggota Brimob Ditemukan Tewas Tak Bernyawa

Seorang anggota Brimob berpangkat Ipda di temukan tewas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba Polda Sulteng Kabupaten Tungkala Sulawesi Tengah. Diduga perwira brimob tersebut tewas akibat bunuh diri. Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan anggota Kepolisian juga terjadi di beberapa daerah bahakan pada tahun 2016 tercatat ada 16 anggota tewas dengan dugaan melakukan bunuh diri.
anggota Brimob Bunuh Diri
anggota Brimob berpangkat Ipda di temukan tewas di Sekolah Polisi Negara
Perwira Brimob Ipda Sasmidias di ketahui baru kembali dari operasi Tinombala di Kabupaten Poso. Ia merupakan perwira Polisi yang di BKO kan di Poso untuk menangkap sisa-sisa kelompok Santoso. Sasmidias dan pasukan BKO Operasi Tinombala rencananya akan kembali ke kesatuannya di Resmen 2 pelopor Kedung Halang Bogor. Namun tidak lama kemudian Sasmidas di temukan tewas di samping masjid SPN Polda Sulteng. Jenazah Sasmidias sempat di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Palu dan di jaga ketat petugas.

Dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WITA jenazah korban di terbangkan kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat komersial beserta ratusan pasukan Brimob BKO Operasi Tinombala yang akan kembali ke kesatuan masing-masing.

Kasus dugaan bunuh diri yang di lakukan anggota Kepolisian juga sempat terjadi di beberapa daerah. Pada November 2016 anggota Polisi Perairan berpangkat Baratu di temukan tewas di kamar mandi kosnya. Di duga ia tewas bunuh diri dengan menancapkan sangkur pada bagian dada.

Kasus serupa juga di lakukan seorang Kapolsek Karang Sembung pada Oktober 2016 lalu. Kapolsek bernama Ipda Nyariman itu di duga stres karena gagal meloloskan anak seorang temannya dalam tes masuk Polri, ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

Pada tahun 2016 tercatat ada 16 anggota kepolisian tewas dengan cara bunuh diri. Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat itu meminta kepala pusat kedokteran dan kesehatan serta kepala pusat penelitian dan pengembangan untuk meneliti fenomena Polisi yang mudah bunuh diri.

Berhutang, Seorang Anak Nekad Gugat Sang Ibu Sebesar 1.8 Miliar

Hingga kini proses hukum yang menjerat Siti Rokayah atau Amih terkait kasus piutang masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Garut. Amih tidak menyangka jika ia akan terseret ke meja hijau akibat ulah anak dan menantunya sendiri. Berawal dari kasus piutang pada 2001 silam saat Asep Ruhendi anak keenam Amih meminjam uang sebanyak 40 juta rupiah kepada Yani Suryani anak kesembilan Amih. Namun karena Asep hanya mampu membayar setengahnya saja Yani dan Handoyo meminta agar sertifikat rumah milik Amih yang menjadi jaminan untang Asep beralih nama menjadi milik Yani dan Handoyo. Namun ke inginan tersebut di tolak oleh keluarga Amih sehingga anak dan menantu Amih menggugatnya ke Pengadilan dengan menuntut agar hutangnya di lunasi beserta bunganya sebesar 1,8 miliar rupiah.
proses hukum yang menjerat Siti Rokayah
"kasus ibu dan anak ini sebetulnya tidaklah terlalu perlu di anggap sebagai sesuatu yang besar ya karena inikan sidangnya adalah untuk menentukan hak-hak pribadi seseorang gitu. Kalau itu saya paham dan sadar mungkin tidak mau di bikinin iklan seperti itu apalagi berhadapan dengan anak saya kan saya tidak ada masalah sama sekali" ujar Handoyo dan Yani Penggugat 2.

Ya siapa yang tidak sedih jika anak yang telah di lahirkan dan dirawat dengan penuh kasih sayang sejak kecil kini justru menyeretnya ke meja hijau.

"kaget aja, tidak nyangka atuh anak mantu sampai di ini. Itu anak ibu yang nomor enam yang punya hutang mah, lagi punya hutang ke bank minta ieu supaya jalan usaha gitu minta bantuan. Punya hutangnya teh 40 juta ke bank teh, ia cuma ngasih 20 juta tapi sekarang katanya 40 juta ngasihnya teh. Sekarang mintanya teh 1,8 miliar" ucap Siti Rokayah Ibu Tergugat.

Sidang gugatan atas kasus akan di gelar kembali pada Kamis mendatang di Pengadilan Negeri Garut Jawa barat.